Penyakit Paru-Paru Pneumonia – Gejala dan Tanda-Tanda Terinfeksi


Tanda-tanda terinfeksi panyakit paru-paru pneumonia yang umumnya terjadi adalah dialaminya batuk produktif, demam hingga menggigil, nyeri dada yang tajam dan menghunjam saat menarik nafas panjang hingga sulit untuk bernafas dan peningkatan laju respirasi sehingga frekuensi nafas menjadi pendek dan cepat.

Tanda-tanda terinfeksi panyakit paru-paru pneumonia tersebut bisa terjadi pada semua kelompok umur, namun pada usia lanjut biasanya disertai dengan adanya kebingungan.

Pneumonia atau radang paru-paru merupakan penyakit yang sangat menular. Kondisi ini lebih banyak terjadi karena inflamasi atau peradangan pada paru-paru. Peradangan ini akan memengaruhi kantung udara mikroskopik (alveolus).

Peradangan paru-paru semacam ini kerap kali ditemukan pada penderita yang terinfeksi oleh infeksi virus dan bakteri. Kendati dalam beberapa kasus, bisa juga disebabkan oleh mikroorganisme lain dan pengaruh obat-obatan tertentu, juga pada kondisi terjangkitnya penyakit autoimun.

Sebagai penyakit yang sangat menular, data medis dari waktu ke waktu menunjukkan, bahwa pneumonia telah menginfeksi kira-kira 450 juta orang di seluruh dunia per tahun.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa penyakit ini telah menginfeksi dan menewaskan banyak orang. Bahkan, pneumonia pernah disebut sebagai penyebab utama kematian di Amerika Serikat di era 1930-an.

Hingga kini, penyakit ini pun masih disebut sebagai penyebab utama kematian pada semua kelompok umur. Terhitung 7% dari kematian total di dunia disebabkan oleh pneumonia.

Berdasarkan angka tersebut, kasus kematian yang sering terjadi biasanya terjadi pada golongan usia di bawah 5 tahun dan manusia lanjut usia atau manula (lebih dari 75 tahun).

Hal lain yang lebih penting, negara berkembang dinyatakan memiliki kesempatan terjangkit pneumonia lima kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara maju.

Hal ini tentu saja berkaitan dengan berbedanya tingkat higienitas baik lingkungan maupun higienitas tubuh. Dengan kata lain, kesadaran terhadap pola hidup sehat di negara berkembang jauh lebih rendah jika dibanding negara maju.

Gejala dan Tanda-tanda

Sedikitnya, ada 27 gejala dan tanda yang telah diakui oleh medis untuk mengindikasi pneumonia. Dari sejumlah tanda dan gejala tersebut, sebagaian besar berhubungan dengan pernafasan.

Gejala ini adalah indikasi dari terganggunya fungsi paru-paru yang bisa berupa sesak nafas, nafas yang dangkal atau pendek tetapi sangat cepat.

Sesak nafas karena pneumonia sangat berbeda dengan sesak nafas pada asma. Kesulitan bernafas pada pneumonia, biasanya terjadi saat sedang menarik nafas.

Kesulitan menarik nafas ini, bisa diakibatkan karena rasa nyeri atau kurangnya ruangan dalam paru-paru untuk menampung oksigen. Hal ini berbanding terbalik dengan asma yang biasanya kesulitan saat membuang nafas.

Jika penderita telah melakukan pemeriksaan rontgent, gambaran paru-paru yang didapat akan memperlihatkan adanya pemadatan dari satu atau beberapa bagian paru-paru. Baik di salah satu sisi paru-paru maupun kedua sisi paru-paru.

Pemadatan dalam foto rontgen, akan terlihat sebagai bercak putih. Bercak tersebut terjadi karena paru-paru dipenuhi oleh sel radang dan cairan. Sel radang dan cairan ini pada dasarnya merupakan reaksi alamiah tubuh dalam mengusir dan membunuh patogen.

Namun, kondisi alamiah yang terjadi dalam paru-paru ini, justru malah menyebabkan penderita menjadi kesulitan bernafas, sebab ruang untuk oksigen menjadi sedikit hingga tak tersisa sama sekali.

Beberapa gejala lainnya berhubungan dengan rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu seperti nyeri otot, sakit kepala, rasa lelah menerus dan rasa kantuk.

Sisanya berhubungan dengan batuk dan suhu tubuh. Batuk dan demam, sebenarnya bukan gejala yang spesifik. Sebab gejala ini umumnya terjadi juga pada berbagai penyakit di luar pneumonia.

Batuk dan demam bahkan tidak tampak pada penderita yang telah parah atau mengalami malnutrisi.

Mengapa demikian? Alasan logisnya adalah penderita pneumonia telah kehilangan fungsi alamiah dari kekebalan tubuh untuk mengeluarkan patogen dalam paru-paru melalui refleks batuk.

Signifikansi Gejala

Gejala pasti atau gejala signifikan yang bisa memudahkan diagnosis dokter dalam mengindikasi pneumonia, adalah batuk yang disertai dahak berwarna kuning kehijau-hijauan. Sayangnya, gejala yang signifikan seperti ini justru ditemui pada penderita yang diindikasikan terjangkit pneumonia serius dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kendati merupakan gejala yang signifikan, pemeriksaan laboratorium terhadap dahak (sputum) haruslah dilakukan. Hal itu untuk mengetahui penyebab pneumonia, apakan diakibatkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur atau mikroorganisme lainnya. Pemeriksaan ini pun bertujuan untuk mengetahui dan menentukan cara menanggulangi atau cara pengobatannya.

Tanda khusus lain dari orang yang terjangkit pneumonia adalah sianosis, yaitu berubahnya warna bibir dan jari menjadi kebiruan. Perubahan warna seperti ini terjadi karena penderita mengalami kekurangan oksigen.

Penyebab Pneumonia

Virus dan bakteri adalah penyebab utama pneumonia, namun bisa juga diakibatkan oleh jamur, protozoa atau riketsia. Mikroorganisme tersebut dapat menyerang atau mencapai paru-paru dengan beberapa cara seperti berikut:

  1. Mikroorganisme yang dilepaskan ke udara melalui batuk atau bersin dari orang yang sudah terinfeksi, lalu terhirup oleh orang lain yang sehat.
  2. Mikroorganisme tersebut menyatu dalam aerosol dari peralatan terapi pernafasan yang sudah terkontaminasi.
  3. Flora normal orofaring yang menjadi patogen, terutama pada individu yang memiliki higienitas gigi yang buruk.
  4. Penyebaran Staphilococcus dan bakteri gram-negatif melalui sirkulasi dan infeksi sistemik, sepsis, atau jarum obat IV yang sudah terkontaminasi.

Cara-penyebaran di atas umumnya terjadi pada individu yang memiliki pertahanan tubuh atau sistem imun yang lemah. Sebab bagi individu yang sehat, patogen yang masuk dan mencapai paru-paru pada umumnya akan dikeluarkan atau tertahan dalam pipi dan jaringan amandel.

Pada individu yang sehat, tubuh akan melakukan sebuah mekanisme pertahanan tubuh secara alami untuk mengeluarkan patogen yang masuk ke dalam paru-paru. Mekanisme tersebut adalah refleks batuk, klirens mukosiliaris atau fagositosis oleh makrofag alveolar.

Namun, hal itu kerap takterjadi pada individu yang memiliki pertahanan tubuh yang lemah. Patogen yang masuk ke dalam paru-paru dan tidak bisa dikeluarkan, dalam proses selanjutnya akan menginfeksi paru-paru dengan cara memperbanyak diri. Dalam proses tersebut, patogen akan membentuk koloni dan melepaskan toksin atau racun. Toksin inilah yang akan merusak dan menstimulasi inflamasi pada paru-paru.

Demikianlah beberapa gejala dan tanda-tanda terinfeksi panyakit paru-paru pneumonia.

Sayangnya, sebagai penyakit menular dan berbahaya, pneumonia sepertinya kalah pamor dengan penyakit paru-paru lain seperti TBC atau kanker paru-paru. Hal ini mungkin saja terjadi karena penyakit yang menyebabkan kematian ini, lebih banyak terjadi pada bayi dan lanjut usia. Meski pun data kesehatan menunjukkan bahwa penyakit ini bisa menyerang pada golongan usia mana pun.

Kemungkinan lain bisa saja terjadi karena sistem kekebalan tubuh terbilang sangat lemah pada golongan usia tersebut. Sehingga gejala umum yang bisa dilihat seperti reflek batuk tidak terjadi. Hal inilah yang menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanggulangan pneumonia. Faktanya, pneumonia terindikasi saat penyakit ini telah berada pada tahapan serius


Like it? Share with your friends!