Obat Pencegah Penyakit Malaria – Mengenal Jenisnya


pencegahan malaria

Kota Batavia yang cantik dan mirip Kota Amsterdam, berubah jadi kota kuburan orang Belanda (Het Graf der Hollander). Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1732. Ribuan orang tewas karena adanya epidemik penyakit misterius. Sekarang, ahli sejarah menduga karena serangan malaria dan kolera. Kota Batavia yang terdiri dari kastil-kastil cantik dan bangunan-bangunan megah dikelilingi oleh parit dan jalan menjadi kota mematikan dan menyeramkan. Saat itu, pemerintah Belanda belum mengenal obat pencegah malaria.

Pemerintah Hindia Belanda pun akhirnya menyatakan situasi dan kondisi Kota Batavia tidak sehat dan harus ditinggalakan. Di akhir abad ke-18, pusat pemerintahan dipindahkan ke wilayah Lapangan Banteng (sekarang senayan). Orang Belanda kalah bukan karena serangan pasukan bersenjata lengkap, plus dengan kesaktiannya dari orang Mataram atau Pecinan. Tapi, mereka kalah dengan makhluk super kecil yang bersifat parasit.

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit super kecil yang kehidupannya memiliki dua fase siklus perkembangan. Parasit ini disebut plasmodium. Pada saat fase siklus seksual, ia hidup dan berkembang biak di dalam jaringan tubuh nyamuk. Siklus ini disebut sporogoni. Sementara fase siklus aseksual, ia hidup dan berkembang biak di dalam jaringan tubuh manusia. Siklus ini disebut skizogoni. Pada fase terakhir inilah yang bisa membahayakan kondisi tubuh manusia.

Parasit akan menggunakan sel-sel dalam jaringan tubuh sebagai sumber energi dan tempat perkembangbiakannya. Rusaknya sel-sel di dalam tubuh akan berakibat pada disfungsi berbagai organ vital. Tidak berfungsinya organ-organ penting ini yang bisa mengakibatkan kematian seseorang.

Pencegahan Penyakit Malaria

Zaman dulu, pemerintah Hindia Belanda mengatasi wabah penyakit misterius dengan cara relokasi gedung-gedung pemerintahan beserta warganya ke tempat yang aman. Tentu, butuh cukup banyak waktu dan biaya yang besar. Namun, tetap saja memakan korban jiwa. Sekarang, kita akan langsung mudah memberi jawabannya untuk mendapatkan obat pencegah malaria yang mudah, murah, dan efisien. Cara pencegahannya dibedakan jadi dua, yakni cara internal (dalam jaringan tubuh) dan eksternal (luar jaringan tubuh).

Cara Eksternal

Cara eksternal dapat dilakukan dengan menggunakan metode mekanis seperti menjaga lingkungan sekitar tetap bersih, melenyapkan genangan-genangan air yang bisa terbentuk, sirkulas udara di dalam dan luar rumah yang lancar, dan memberi kelambu pada area tempat tidur. Pencegahan dengan metode biologis, antara lain: membrantas jentik-jentik nyamuk dengan menaruh ikan sebagai predator di bak-bak air, akuarium, dan kolam. Metode kimiawi dengan memberikan obat pembasmi jentik-jentik nyamuk dan pengasapan (fogging) untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa.

Cara Internal

Cara internal dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam jaringan tubuh manusia. Obat-obatan ini bisa berbentuk herbal dan kimia yang tentunya telah teruji secara klinis. “Jadikanlah makananmu sebagai obatmu”. Perkataan Hipocratus ini berlaku sepanjang masa. Selama kita mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang, tubuh kita akan selalu terjaga dari ancaman berbagai penyakit.

Walaupun begitu, ada beberapa bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh kita tapi mengandung zat yang berfungsi sebagai pencegah penyakit malaria. Bahan makanan tersebut antara lain: daun papaya, kenikir, kemangi, dan daun muda mengkudu. Daun-daun tersebut biasanya dikonsumsi sebagai lalapan. Dalam bentuk minuman menyehatkan bisa juga, antara lain: minuman secang, seduhan daun kina, teh kayu manis, teh pasak bumi.

Obat pencegah penyakit malaria yang bahan-bahan herbal ini banyak diperoleh dari pengalaman empiris masyarakat pedalaman. Orang-orang pedalaman Sumatra, Kalimantan, Papua telah begitu akrab dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Penyakit malaria menjadi bagian dalam hidupnya. Mereka mampu menemukan jenis-jenis tumbuhan lokal setempat yang bisa dijadikan sebagai obat.

Zat yang berperan dalam pengobatan ini dari kelompok senyawa alkaloid. Senyawa-senyawa alkaloid ini berperan sebagai penurun demam. Bahan aktif alkaloid seperti kuinina dari tumbuhan kina bisa diekstrak. Kita tentu sudah begitu mengenalnya dengan nama perdagangan tumbuhan kina.

Masyarakat pedalaman yang masih bisa terserang penyakit malaria terjadi karena kondisi tubuh yang sedang menurun dan kurang cukup gizi. Selain itu, kondisi wilayah pedalaman Kalimantan yang berawa-rawa dan banyaknya bekas lubang galian tambang adalah daerah-daerah endemis malaria. Air yang memiliki derajat keasaman tinggi menjadi habitat yang cocok untuk kehidupan nyamuk-nyamuk penyebab malaria.

Obat yang dapat mencegah malaria dan berasal dari bahan kimiawi bekerja langsung pada sumber penyakit, yakni membunuh parasit plasmodium. Obat ini sangat cocok diterapkan bagi orang yang jarang masuk ke daerah pedalaman atau wilayah-wilayah endemis malaria. Obat kimiawi ini dipakai sebelum masuk ke dalam kawasan tersebut. Setelah keluar dari kawasan tersebut, obat tersebut dikonsumsi lagi.

Obat-obatan Pencegah Penyakit Malaria

Hal yang perlu diingat oleh kita, plasmodium bisa mengalami fase dorman di dalam jaringan tubuh manusia. Fase dorman ini berakhir jika kondisi tubuh manusia sedang mengalami gangguan metabolisme. Jadi, seseorang yang baru saja dari kawasan endemis malaria dan ia tidak terserang penyakit tersebut, bukan berarti ia terbebas dari infeksi plasmodium. Berikut ini beberapa daftar nama obat malaria yang sudah dapat digunakan oleh masyarakat umum.

  • Atovaquone (Malarone)
  • Klorokuin
  • Doxycycline
  • Mefloquine
  • Primakuin

Masing-masing obat tersebut memiliki efek samping bagi pemakainya. Jadi, Anda dituntut selalu memerhatikan aturan pakai dan kondisi fisik Anda yang sebenarnya.

Atovaquone

Atovaquone memiliki nama dagang Malarone. Obat ini sudah teruji secara klinis dari FDA Amerika Serikat (semacam badan pengawas obat dan makanan). Ukuran standar obat yang dipakai untuk orang dewasa terdiri dari 100 mg proguanil hidroklorida dan 250 mg atovaquane. Sementara, ukuran standar yang dipakai untuk anak-anak yakni 25 mg proguanil hydrochloride dan 62,5 mg atovaquone.

Cara konsumsi lewat obat ini melalui mulut. Obat ini dapat dikonsumsi 2 hari sebelum memasuki kawasan endemis malaria. Setelah keluar dari kawasan endemis malaria, Anda masih harus mengonsumsi obat ini selamat tujuh hari. Hal yang perlu diperhatikan oleh si pemakai, yakni tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan penderita gagal ginjal akut. Harga obat ini terbilang mahal.

Klorokuin

Obat ini sudah dikenal banyak orang sebagai obat untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit malaria. Obat ini sudah tersedia di apotek. Dua minggu sebelum memasuki kawasan endemis malaria, Anda harus sudah mengonsumsinya. Dosis yang dipakai sesuai dengan petunjuk dokter. Setelah Anda keluar dari kawasan endemis, Anda masih harus mengonsumsi obat ini selama delapan minggu.

Untuk keperluan pengobatan, penderita orang dewasa diberi satu dosis pada saat itu juga, kemudian diberi lagi setengah dosis setiap interval 6 sampai 8 jam. Pemberian selanjutnya dilakukan tiap dua hari dengan dosis setengahnya. Untuk penderita anak-anak, dokter akan menyesuaikan dengan berat badan si anak.

Klorokuin dapat menimbulkan efek samping kejang perut. Oleh karena itu, konsumsi obat secara bersamaan dengan pisang atau bubur. Efek samping yang lain: konsumsi yang terlalu sering dapat merusak organ mata. Gejala yang mungkin terjadi, penglihatan mulai kabur, ada garis-garis yang diselingi dengan cercahan-cercahan kilat cahaya, Anda mulai merasakan sulit membaca objek tulisan dengan jelas. Efek samping lainnya seperti gangguan pendengaran, pelemahan otot, ngantuk, muntah, irama jantung tak beraturan, kejang, dan sulit bernapas.

Hal yang terpenting, selalu konsultasikan pada dokter semua gejala-gejala yang sedang Anda rasakan.


Like it? Share with your friends!