Antibiotik- Jenis Jenisnya Dalam Dunia Medis dan Efek Samping


Manfaat antibiotik

Antibiotik tentu bukan hal asing dalam kehidupan zaman sekarang, apalagi saat ini banyak sekali obat yang mengandung zat antibiotik. Jenis-jenis antibiotik juga beragam, mungkin Anda belum kenal betul tentang macam antibiotik ini.

Mengenal Jenis-jenis Antibiotik dan Sejarah Antibiotik

Antibiotik adalah suatu zat atau senyawa yang memiliki sifat racun atau toksik bagi mikroba merugikan, sehingga perkembangan mikroba tersebut dapat ditekan agar tidak menganggu tubuh.

Namun zat antibiotik bukanlah zat yang akan merugikan Anda, karena itu zat ini sangat berguna bagi kehidupan. Walau begitu, bijaklah dalam mengkomsumsi antibiotik dan selalu ikuti anjuran dokter dan habiskan resep yang telah dibuat oleh dokter.

Ketika antibiotik belum ditemukan, semua orang yang terkena kuman atau infeksi, akan merasa bahwa itulah saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada dunia. Hal ini terbukti ketika daratan Eropa terkena kuman pes. Hampir separuh penduduk Eropa meninggal dunia. Begitu pun yang terjadi dengan bangsa Indian yang ada di benua Amerika.

Sebenarnya penduduk asli Amerika Serikat itu lebih banyak menemui ajalnya karena penyakit yang disebabkan oelh kuman dibandingkan tewas di medan pertempuran dalam melawan bangsa kulit putih yang berasal dari Inggris atau Spanyol.

Saat antibiotik pertama kali ditemukan, antibiotik dianggap seperti dewa. Sakit apa pun akan dihantam dengan antibiotik. Akhirnya, terkuak juga kelemahan antibiotik. Elergi yang sangat parah hingga membuat wajah pasien membengkak, perut mual, diare, kesulitan bernapas, hingga mata yang hampir keluar dan kulit yang memerah, menjadi sering terlihat dialami oleh pasien-pasien yang diberi antibiotik.

Setelah mendalami kasus demi kasus, barulah pihak yang berwenang menyadari bahwa antibiotik bukanlah obat yang bisa dipakai untuk semua jenis penyakit dan pemberiannya kepada setiap pasien pun harus dibedakan sesuai dengan penyakit, berat badan, dan umur sang pasien.

Antibiotik pun tak bisa dianggap sebagai obat yang tidak berbahaya. Antibiotik harus diperlakukan dengan serius dan tidak boleh coba-coba.

Menyadari hal itulah mulai diselidiki dan dibuat jenis-jenis antibiotik yang sekiranya mempunyai bahan yang lebih lemah dibandingkan dengan jenis antibiotik diawal-awal penemuannya. Sejak itulah mulai keluar jenis-jenis antibiotik baru yang hampir setiap tahun ada nama baru.

Nama-nama jenis-jenis antibiotik ini sebenarnya ada yang disesuaikan dengan perusahaan yang mengeluarkannya. Tetapi ada juga yang diberi nama sesuai dengan peruntukannya. Bagi para mahasiswa kedokteran, mengetahui jenis-jenis antibiotik adalah salah satu hal yang cukup merepotkan karena begitu banyaknya nama antibiotik tersebut.

Teknik pengenalannya adalah dengan cara memisahkan jenis-jenis antibiotik sesuai dengan struktur kimia atau berdasarkan cara kerja.

Jenis-Jenis Antibiotik Berdasarkan Struktur Kimia

Mengetahui jenis-jenis antibiotik itu tidak harus menjadi mahasiswa kedokteran atau kebidanan saja. Orang awam pun boleh dan hendaknya tahu tentang antibiotik yang cukup sering dipakai dalam pengobatan berbagai jenis penyakit ini.

Antibiotik memang dibedakan berdasarkan beberapa hal termasuk berdasarkan struktur kimianya. Struktur kimia itu dibedakan sesuai dengan peruntukannya atau sesuai dengan penyakit yang akan dilawannya.

Beta-laktam

Beta-laktam meliputi golongan karbapenem, golongan beta-laktam monosiklik, golongan sefalosporin, penisilin.

Aminoglikosida

Beberapa contoh antibiotik dari golongan ini adalah amikasin, neomisin, sisomisin, paromomisin, netilmisin, streptomisin.

Sulfonamida

Contohnya adalah trimetoprim dan kotrimoksazol.

Glikopeptida

Contohnya ramoplanin, vankomisin, dan teikoplanin.

Polipetida

Contohnya golongan ketolida, golongan makrolida, golongan tetrasiklin.

Kinolon/quinolone

Contohnya adalah asam nalidiksat, ofloksasin, norfloksasin, dan siprofloksasin,.

Oksazolidinon

Contohnya adalah AZD2563 dan linezolid.

Polimiksin

Contohnya adalah kolistin.

Streptogramin

Contohnya adalah virginiamycin, pristinamycin, dan mikamycin.

Jenis-Jenis Antibiotik Berdasarkan Cara Kerja

Antibiotik memang cukup luar biasa. Penggunaannya cukup luas di tengah masyarakat. Selama ini, sakit influenza saja sering dihantam dengan antibiotik. Padahal penyebab flu atau influenza itu bukannya kuman atau infeksi, melainkan virus.

Bagaimana bisa antibiotik melawan flu? Sesungguhnya flu itu tidak ada obatnya.

Hal yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan imun tubuh dan membiarkan tubuh melawan flu itu dengan sendirinya.

Masyarakat memang harus dididik agar paham apa saja yang boleh masuk ke dalam tubuhnya dan apa saja yang tidak boleh masuk ke dalam tubuhnya walaupun atas perintah dokter. Pasien terkadang merasa tak berdaya dan merasa tak enak hati bila terlalu cerewet kepada dokter.

Dokter pun biasanya tidak merasa senang dengan pasien yang banyak bertanya dan sok tahu. Padahal apa yang akan diresepkan itu akibatnya akan ditanggung oleh pasien sendiri. Bagaimana pun, obat kimia itu pasti mempunyai efek samping yang cukup serius. Terutama ketika yang meminum obat itu adalah bayi yang masih begitu rentang terhadap semua hal yang berbau kimiawi.

Seharusnya setiap pasien diberi pendidikan sedikit oleh dokter dan tidak dengan serta-merta sang dokter memberikan resep tanpa pasien mengetahui apakah yang masuk ke dalam tubuhnya itu antibiotik atau hanya vitamin biasa.

Berikut ini adalah jenis-jenis antibiotik berdasarkan cara kerjanya:

Antibiotik yang mensintesis dinding sel mikroba

Contohnya adalah golongan penicillin dan golongan polipeptida. Sedangkan antibiotik yang mentranskripsi dan mereplikasi susunan genetika (DNA dan RNA) mikroba. Contohnya golongan kinolon atau quinolone.

Antibiotik yang bekerja dengan cara menganggu sintesa protein mikroba

Banyak sekali antibiotik jenis ini, terutama golongan tetrasiklin dan golongan aminoglikosida.

Antibiotik yang mengganggu membran sel mikroba

Contohnya adalah golongan polimiksin.

Antibiotik yang mengganggu proses sintesa folat sel mikroba

Contohnya adalah golongan sulfonamida. Antibiotik yang berfungsi menganggu metabolisme atau sebagai zat antimetabolit. Contohnya adalah golongan azzerine.

Itulah jenis-jenis antibiotik yang patut untuk Anda ketahui. Namun, semua antibiotik tersebut memiliki fungsi yang hampir sama, yaitu mendukung kesehatan manusia dengan cara menekan pertumbuhan mikroba merugikan.

Efek Samping Antibiotik

Zat antibiotik memang sangat berguna, adakah efek samping dari penggunaan senyawa ini? Ternyata ada dan harus Anda ketahui. Hampir semua jenis-jenis antibiotik memiliki efek samping yang berbeda-beda.

Gejala efek samping penggunaan antibiotik sebagai obat bisa berupa mual, muntah, pusing, atau gejala alergi seperti pembengkakan wajah, bibir, atau bercak merah pada tubuh. Sebelum menggunakan obat antibiotik, periksa baik-baik kandungan antibiotiknya dan sebaiknya konsultasikan dengan dokter apabila ingin mengkonsumsi obat tertentu.

Pengertian Yang Salah Tentang Antibiotik di Tengah Masyarakat

Hingga saat ini masih ada saja sebagian masyarakat yang tahu tentang bahaya antibiotik tetapi menganggap enteng penggunaan antibiotik. Dengan santainya mereka mengkonsumsi antibiotik tanpa menghabiskan semua resep yang telah diberikan dokter. Ketika mereka telah merasa sakitnya sembuh, secara otomatis mereka menghentikan penggunaan antibiotik.

Ada lagi golongan yang rentan penyakit kelamin menular seperti para prostitusi, baik wanita maupun laki-laki yang mengkonsumsi antibiotik setiap kali selesai berhubungan badan dengan harapan bahwa penyakit kelamin menular tidak akan menjangkiti mereka. Pendapat ini menyebar begitu saja dari mulut ke mulut.

Mereka tidak menyadari bahwa penyebaran penyakit kelamin menular hanya bisa dicegah dengan tidak melakukan seks bebas dan menjauhi perzinahan.

Dengan setia pada pasangan dan merasa puas dengan satu pasangan yang sah, adalah teknik paling aman untuk tidak terkena penyakit kelamin menular yang sangat mematikan itu. Kalau masih mau bermain-main dengan kelamin sendiri dan membiarkan diri terus berkubang dalam dosa tanpa merasa berdosa, maka hukuman di dunia berupa penyakit kelamin menular adalah sesuatu yang harus diterima sebagai hukuman.

Masih beruntung kalau setelah terkena penyakit menular itu, para pengidapnya bertaubat dan tidak berusaha menularkan penyakit kelamin itu kepada orang lain, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Yang terjadi adalah kebanyakan dari penderita penyakit kelamin menular yang telah merasa sembuh setelah berobat secara teratur ke dokter kelamin, masih saja tidak kapok dan masih saja menggali lubang dosanya yang semakin dalam. Akibatnya adalah bahwa semakin banyak orang yang tertular penyakit kelamin menular ini. Itulah manusia.

Apa yang ada di bawah perutnya merupakan satu organ yang menajdi sumber kesenangan dan kebahagiaannya. Apabila organ yang dianggap sebagai sumber kesenangan dan kebahagiaan itu hanya diraih denagn cinta dalam ikatan nan suci, maka kesenangan dan kebahagiaan itu akan menajdi ibadah dan amal pahala.

Sebaliknya ketika dilakukan diluar ikatan pernikahan, itulah kesenangan dan kebahagiaan palsu dan malah akan menjadi sumber malapetaka.

Kalau malapetaka itu telah terjadi, jenis-jenis antibiotik yang dipercaya sebagai obat, tidak akan bisa berbuat apa-apa.


Like it? Share with your friends!