Artikel Kesehatan

Turunkan Risiko Serangan Jantung Dengan Makan Semangka

buah semangkaSudah bukan rahasia lagi jika orang-orang obesitas atau kelebihan berat badan berisiko tinggi untuk terserang beberapa penyakit seperti serangan jantung dan hipertensi. Hipertensi dan serangan jantung bisa menyebabkan kematian. Namun demikian, risiko tersebut bisa diperkecil dengan mengonsumsi buah semangka secara rutin.

Ya, buah semangka  ternyata diketahui dapat menurunkan tekanan darah pada orang-orang obesitas. Hal ini pada akhirnya membuat risiko mereka untuk terkena serangan jantung juga akan ikut berkurang.

Buah Semangka dan Turunnya Risiko Serangan Jantung

Di negara yang memiliki empat musim, jumlah orang yang meninggal pada musim dingin akibat serangan jantung cukup tinggi. Hal ini akibat stres yang dirasakan tubuh untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat, sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi naik. Hal ini juga membuat jantung bekerja lebih keras sehingga risiko untuk terkena stroke dan serangan jantung meningkat.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada American Journal of Hypertension, para peneliti mengatakan bahwa makan buah semangka sangat baik untuk kesehatan jantung serta mampu menurunkan risiko serangan jantung di musim dingin.

Menurut Arturo Figueroa dari Florida State University, Tekanan pada aorta dan jantung mengalami penurunan setelah pasien mengonsumsi ekstrak semangka.

Penelitian ini melibatkan 13 wanita dan pria obesitas. Dalam penelitian tersebut, para peserta diberikan ekstrak semangka setiap hari hingga 6 minggu lamanya. Ekstrak semangka diketahui mengandung 2 gram asam amino L-arginine dan 4 gram L-citrulline.

Saat dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi pil plasebo, mereka yang mengonsumsi ekstrak semangka ternyata mengalami penurunan tekanan darah. Selain itu, stres pada jantung juga ikut berkurang, bahwa pada kondisi dingin sekalipun.

“Hal itu berarti jantung bekerja tidak terlalu keras sehingga jantung akan lebih mudah bekerja pada kondisi yang penuh tekanan seperti pada musim dingin”, ujar Figueroa.

via Kompas Health | image : lifesavervapor.com

Tanggal Publikasi April 8, 2014
Label