Artikel Kesehatan

Kuning Telur, Perlu Dikonsumsi atau Tidak?

gambar kuning telur | kesehatanTelur sudah tidak diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan. Namun demikian, tidak jarang sebagian orang enggan mengonsumsi telur, terutama bagian kuningnya, dengan alasan tinggi kolesterol.

Berbeda dengan putih telur yang tinggi protein dan rendah lemak, kuning telur malah jauh dari keduanya, sehingga membuat image-nya tidak terlalu baik bagi sebagian orang.

Lalu yang jadi pertanyaannya adalah, apakah kuning telur itu menyehatkan? Dan bolehkah dikonsumsi secara rutin? Hal ini tentunya tidak mudah dijawab dan merupakan salah satu hal yang cukup membingungkan.

Kuning Telur dan Kolesterol

Kuning telur memang dikenal mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Namun komunitas riset medis telah mempelajari bahwa kadar kolesterol yang terkandung pada makanan adalah hal yang berbeda dengan kadar kolesterol dalam darah, dimana kolesterol dalam darah memiliki hubungan yang dekat dengan risiko serangan jantung dan stroke.

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa mengonsumsi telur tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah secara keseluruhan pada 115 orang dewasa yang sehat. Selain itu, ada juga penelitian terbaru lainnya yang menemukan beberapa bukti bahwa makan telur utuh dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang dapat menjaga kesehatan jantung.

“Ada masalah yang jauh lebih besar pada makanan Amerika dibandingkan kolesterol” ujar Drew Ramsey, M.D, seorang asisten profesor klinis psikiatri di Columbia University College of Physicians & Surgeons. Ramsey juga telah banyak mempelajari hubungan antara perilaku gaya hidup seperti gaya hidup seperti pola makan dan kesehatan psikologis.

“Tidak ada data yang menunjukkan bahwa telur harus menjadi kekhawatiran utama untuk dikonsumsi diantara makanan lainnya. Masalah nyata yang terkait dengan diabetes dan obesitas adalah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan.”

Fakta Nutrisi Kuning Telur

Faktanya, ada beberapa nutrisi khusus pada kuning telur yang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Kuning telur merupakan salah satu sumber makanan yang tinggi choline (kolin), yakni nutrisi penting yang larut dalam air.

Nutrisi ini biasanya dikelompokkan ke dalam vitamin B Kompleks. Kolin diketahui dapat membantu menjaga fungsi neurologis dan mengurangi peradangan. Ada juga bukti bahwa makanan yang mengandung kolin dapat membantu perkembangan otak janin ketika dikonsumsi ibu hamil.

Selain itu, kolin juga berhubungan dengan kebahagiaan seseorang. Kolin terurai menjadi bethane, yang digunakan selama siklus metilasi, yang pada gilirannya membantu menghasilkan hormon ‘kebahagiaan’ seperti serotonin, dopamin, norepinefrin. Kuning telur juga mengandung dua karotenoid yakni lutein dan zeaxanthin yang dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan.

Telur juga mengandung sulfur yang tinggi, nurisi penting yang dapat membantu penyerapan vitamin B hingga menjaga fungsi hati. Selain itu, sulfur juga dibutuhkan untuk memproduksi kolagen dan keratin yang dapat membantu menjaga kulit tetap bersinar, rambut tetap berkilau, dan kuku tetap kuat.

Benang Merah

Beberapa fakta di atas setidaknya dapat memberikan jawaban bahwa kuning telur juga memiliki banyak manfaat kesehatan, sama halnya dengan putih telur. Maka kombinasi keduanya, atau lebih mudahnya kita sebut sebagai ‘TELUR’, tentu baik untuk dikonsumsi.

Bahkan, telur sudah dianggap sebagai “standar emas” terkait kualitas proteinnya yang sempurna. Hal ini karena asam amino pada telur adalah yang paling mudah dicerna tubuh manusia. Jadi, anda tidak usah khawatir untuk mengonsumsi telur secara utuh tanpa harus memisahkan kuning dan putih-nya terlebih dahulu.

Namun demikian, bukan berarti anda harus mengonsumsinya tanpa batas. Para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi telur secara moderat, yakni 4 hingga 5 butir perminggu jika ingin mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal. Hal ini akan lebih baik lagi jika telur diproses dengan cara direbus, dipanggang, tidak digoreng, dijadikan telur dadar ataupun telur mata sapi (minyak sangat sedikit).

Jika anda masih ragu untuk mengonsumsi telur (kuning telur), anda bisa mengkonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter atau ahli gizi anda, mengingat kondisi tubuh setiap orang berbeda. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

Referensi

  • Huffington Post (by Meredith Melnick)
  • Detik (by Leona Victoria Djajadi (Nutrisionis))
  • image : leanitup.com
Tanggal Publikasi December 3, 2013
Label