Artikel Kesehatan

Bullying Dapat Mempengaruhi Kesehatan Anak-Anak Untuk Jangka Panjang

korban bullyingDalam penelitian pertama di kategorinya yang menilai efek dari bullying selama lebih dari 5 tahun, para peneliti telah menemukan bahwa seorang anak yang mengalami bullying akan semakin menderita dan berdampak pada kesehatannya.

Semakin lama ia di-bully, maka akan semakin parah pula kondisinya. Hasil penelitian ini dilaporkan di Pediatrics, jurnal dari American Academy of Pediatrics.

Dipimpin oleh Laura Bogart, dari Boston Children’s Division of General Pediatrics, para peneliti meneliti lebih dari 4.000 anak-anak dan remaja mulai dari kelas lima hingga kelas 10. Para peneliti mewawancarai mereka seputar kesehatan mental dan fisik serta bentuk intimidasi(bully) apapun selama kelas lima, tujuh dan sepuluh.

Tim peneliti membandingkan berbagai kelompok siswa yang terdiri dari:

  • Mereka yang di-bully baik di masa lalu dan sekarang.
  • Mereka yang di-bully hanya di masa sekarang.
  • Mereka yang di-bully hanya di masa lalu.
  • Mereka yang tidak pernah mengalami bullying.

Pada usia berapa pun, bullying dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik, gejala depresi, dan rasa rendah diri yang lebih buruk. Siswa yang mengalami bullying kronis juga mengalami lebih banyak kesulitan dengan aktivitas fisiknya seperti berjalan, berlari atau berolahraga.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa bullying jangka panjang memiliki dampak yang buruk pada kesehatan secara keseluruhan terhadap anak, dan efek negatif ini dapat menumpuk dan menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu,” kata Bogart.

Dia menyerukan perlunya campur tangan terhadap korban bullying. “Semakin cepat kita menghentikan anda dari gangguan intimidasi atau bullying, maka semakin kecil kemungkinannya untuk terkena dampak yang lebih buruk pada si anak,” tambahnya.

Pentingnya campur tangan secepatnya terhadap korban bullying

Tim peneliti menemukan bahwa kelompok siswa di-bully baik di masa lalu dan sekarang memiliki skor kesehatan terendah, diikuti oleh siswa yang hanya di-bully pada saat ini. Siswa yang di-bully hanya di masa lalu memiliki skor kesehatan yang lebih baik, namun tidak sebagus anak-anak yang tidak pernah di-bully.

Ini mengindikasikan bahwa kejadian terkini lebih penting dibandingkan yang masa lalu terhadap kesehatan anak, namun tim peneliti mencatat bahwa dampak kesehatannya bisa berlipat ganda ataupun tetap dari waktu ke waktu walaupun sudah tidak di-bully lagi.

Para peneliti mengatakan temuan mereka menekankan pentingnya menghentikan bullying seawal mungkin dan terus melakukan campur tangan untuk membantu meminimalisirkan efek tersisa.

Bogart berharap ada penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan penelitian ini dan mencari tahu langkah-langkah uji klinis dalam mencegah bullying.

via Medicalnewstoday | image : rockvillecentremma.com

Tanggal Publikasi February 19, 2014
Label