Artikel Kesehatan

7 Alasan Untuk Menonaktifkan Televisi Anda

Efek Menonton TV terlalu lamaMenonton tayangan favorit di televisi memang merupakan salah satu cara efektif untuk mengusir kejenuhan akibat pekerjaan yang melelahkan.

Bahkan beberapa penelitian yang mempublikasikan laporannya pada bulan September tahun lalu menunjukkan bahwa menonton sebuah tayangan favorit di televisi dapat meningkatkan tekad dan energi emosional.

Namun demikian, menonton televisi terlalu lama diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Gangguan kesehatan dan menonton televisi terlalu lama

Berdasarkan beberapa laporan, terlalu lama menonton televisi dikaitkan dengan sejumlah permasalahan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas, masalah perhatian, dan kenaikan berat badan pada anak-anak.

Bahkan beberapa penelitian mengabarkan bahwa menonton televisi selama 20 jam perminggu dikaitkan dengan menurunnya tingkat kesuburan pria. Oleh sebab itu, anda harus benar-benar bijak dalam mengatur waktu saat menonton televisi.

7 Alasan untuk menonaktifkan televisi anda

1. Meningkatkan Kesuburan
Sebuah studi di Harvard yang dirilis pada 4 Februari lalu, menemukan bahwa pria yang menonton televisi selama 20 jam atau lebih per minggunya, mengalami penurunan kesuburan sebanyak 44 persen.

Akan tetapi dalam rangkaian studi yang sama, para peneliti menemukan bahwa pria yang berolahraga setidaknya 15 jam per minggu mengalami peningkatan kesuburan yang cukup signifikan.


2. Mempererat hubungan keluarga
Sinetron atau film-film romantis merupakan acara favorit anda? Sebaiknya anda berpikir ulang, karena tayangan-tayangan tersebut dapat mempengaruhi keutuhan rumah tangga anda.

Menurut sebuah penelitian tahun 2012 dalam jurnal Mass Communication and Society, semakin anda percaya dan bahagia pada hubungan romantis yang anda lihat di TV, semakin kecil kemungkinannya anda akan bahagia pada kisah cinta anda sendiri.


3. Hidup lebih lama
Menonton TV tidak hanya mempengaruhi kesehatan anda secara keseluruhan dalam jangka pendek, namun juga akan berdampak pada lama hidup anda.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Medical Association menemukan bahwa untuk setiap tambahan 3 jam menonton TV per hari, risiko akan kematian dari setiap penyebab apapun akan meningkatkan sebesar 13 persen.


4. Mendapatkan kuantitas dan kualitas tidur yang lebih baik
Menonton TV sebelum tidur dapat mengurangi lama waktu tidur normal, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan kesehatan mulai dari depresi hingga kanker. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 20.000 orang dewasa Amerika, dimana hampir 50 persen dari mereka menonton TV menjelang tidur.


5. Menjaga berat badan anak
Membatasi waktu menonton TV adalah cara yang efektif untuk membantu anak dalam mengontrol dan menurunkan berat badan mereka, menurut sebuah penelitian tahun 2012 dalam jurnal Nutrition Education and Behavior.


6. Menjaga kesehatan jantung
Sebuah studi menemukan hubungan antara menonton TV dan kematian. Para peneliti menemukan bahwa menonton TV juga bisa memiliki pengaruh pada kesehatan jantung, dimana untuk setiap dua jam tambahan waktu normal menonton TV, risiko penyakit jantung meningkat 15 persen. Sementara risiko diabetes meningkat sebesar 25 persen untuk periode waktu yang sama.


7. Mendorong anak untuk lebih menyukai makanan sehat
Sebuah studi tahun 2012 dalam arsip Pediatrics & Adolescent Medicine menemukan bahwa anak-anak yang menonton TV setelah sekolah lebih cenderung mengonsumsi permen dan minuman manis setiap hari, dan kurang suka makan buah-buahan dan sayuran.

Artikel Kesehatan | HuffingtonPost | Photo : hbuk.co.uk

Tanggal Publikasi February 9, 2013
Label