Artikel Kesehatan

5 Alasan Anda Harus Cukup Tidur

Kurang Tidur | Cukup TidurKurang tidur akan membuat suasana hati anda buruk, terlebih lagi kurang tidur juga mempengaruhi kesehatan anda. Adapun  dampak-dampak terhadap kesehatan jika anda kurang tidur adalah :

Kurang tidur membuat anda lebih gemuk

Pada sebuah penelitian “Nurses’ Health Study”, sebanyak 70.026 wanita diteliti untuk menunjukkan apakah ada korelasi antara cukup atau kurangnya tidur dengan penambahan berat badan atau obesitas di masa yang akan datang.

Peneliti mengemukakan bahwa kurang tidur dapat berpengaruh pada kemampuan untuk membakar kalori dan meningkatkan resiko kenaikan berat badan.

Pada kenyataannya, mereka melaporkan bahwa wanita yang cukup tidur yakni 7 hingga 8 jam per malam memiliki resiko terendah mengalami kenaikan berat badan. Sebaliknya, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam cenderung menjadi lebih gemuk.

Kurang tidur membuat anda makan banyak karbohidrat

Dalam sebuah penelitian mengungkapkan, para ilmuwan di University of Chicago meminta beberapa orang untuk tidur 5,5 jam semalam, dan 8,5 jam semalam pada yang lainnya, kemudian mereka mengukur berapa banyak makanan ringan yang mereka konsumsi pada hari berikutnya. Hasilnya selama 2 minggu, Rata-rata para peserta yang kurang tidur memiliki 221 kalori lebih banyak dari mereka yang cukup tidur.

Dalam studi lain juga mengatakan bahwa orang dewasa (usia muda) yang kurang tidur akan terjadi peningkatan nafsu makan pada makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Hal tersebut seolah-olah menggiring otak ke makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Selain itu, kurang tidur akan melibatkan anda pada ‘aktivitas’ nge-mil makanan ringan(snack) yang berlebihan.

Kurangnya Tidur Meningkatkan Peradangan dan Risiko Diabetes

Kurang tidur dapat menyebabkan peradangan dalam darah dan meningkatkan rasa lapar. Studi menunjukkan bahwa peradangan diprovokasi oleh sel-sel kekebalan tertentu dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 berhubungan langsung dengan obesitas dan merupakan epidemi di seluruh dunia.

Ada semakin banyak bukti bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi. Para peneliti di University of Chicago menemukan bahwa kehilangan 3 sampai 4 jam tidur normal selama beberapa hari sudah cukup untuk memicu perubahan metabolik yang konsisten dengan keadaan prediabetic.

Mereka menyatakan bahwa ketika tidur dibatasi hanya 4 jam setiap malam selama 6 malam berturut-turut, kemampuan tubuh untuk menjaga kadar gula darah pada tingkat yang konsisten akan menurun secara signifikan, yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Kurang Tidur Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Studi melaporkan hubungan antara tekanan darah tinggi dan kurang tidur. Ketika orang kurang tidur, apakah itu dari kuantitas kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk, akan meningkatkan beban kinerja hati.

Berikut ini alasannya: Ketika anda sedang terjaga, pompa jantung anda lebih cepat untuk mengalirkan darah di sekitar. Selama tidur, tubuh Anda tidak mengalirkan darah yang banyak, sehingga denyut jantung melambat dan hati mendapat waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.

Tanpa waktu istirahat yang cukup, otot jantung akan lelah. Karena jantung anda harus bekerja keras, menyebabkan peningkatan tekanan darah atau mungkin penebalan otot jantung, yang dapat menyebabkan masalah jantung lebih serius.

Kurang Tidur Menyebabkan Gangguan Metabolisme

Dalam sebuah studi menunjukkan, pekerja dengan sistem shift yang tidur tidak teratur memiliki gangguan metabolisme yang terkait dengan perlawanan insulin. Insulin, hormon yang dilepaskan oleh pankreas, mengatur metabolisme karbohidrat, dan mengatur kadar gula dalam darah.

Sindrom metabolik, merupakan bentuk perlawanan terhadap insulin, terjadi saat tubuh menjadi kurang responsif terhadap aksi insulin. Dengan adanya gangguan metabolisme ini, tingkat gula darah anda akan meningkat meskipun tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2 dapat terjadi.

Artikel Kesehatan | Fitbie MSN

Tanggal Publikasi October 9, 2012
Label